Pertanyaan : Bagaimana cara mengukur kecepatan cahaya?
Jawaban : Pertanyaan yang bagus sekali, saya juga selalu penasaran sejak jaman saya sekolah, bagaimana bisa seseorang ilmuwan atau astronom bisa mengukur cahaya yang semestinya melaju dengan cepat sekali.
Jawabannya ada di : http://www.colorado.edu/physics/2000/waves_particles/lightspeed_evidence.html
Saya coba terjemahkan ya. Kira-kira begini. Yang pertama kali mencoba menghitung kecepatan cahaya adalah galileo. Galileo mencoba menghitung kecepatan cahanya dengan bantuan dari pembantunya, yang disuruh berdiri di sebuah puncak bukit dan galileo akan berdiri di puncak bukit yang lain. Galileo akan mencoba mengedipkan lentera dan pembantunya akan mencoba menghitung selisih waktu yang dibutuhkan sebelum pembantu diseberang melihat kedipan cahaya itu dan merespon dengan menghidupkan lampunya.
Usaha tersebut tentu saja gagal, karena kecepatan cahaya yang sangat besar sehingga perlu jarak yang sangat besar pula untuk menghitungnya.
Pada 1670 seorang astronom dari denmark bernama Ole Roemer, melakukan sebuah pengamatan yang sangat teliti pada sebuah satelit Jupiter bernama Io. Waktu orbit Io terhadap Jupiter adalah 1.76 hari. Waktu ini hampir konstan tiap kali orbitnya. Tapi ada kalanya dalam setahun Io mengorbit lebih cepat atau lebih lambat. Ia menemukan bahwa waktu orbit Io berhubungan dengan jarak Jupiter terhadap Bumi, semakin dekat maka waktu orbit Io semakin cepat, begitu juga sebaliknya. Roemer menyimpulkan bahwa ini berhubungan dengan kecepatan cahaya atau waktu yang dibutuhkan antara bayangan obyek (Jupiter dan Io) untuk sampai ke mata (Bumi). Dari perhitungan ini Roemer mendapat angka sekitar 300,000 km per detik.
Dengan metode yang lebih canggih dimasa kini bisa dihitung kecepatan cahaya dengan cara yang kurang lebih sama namun dengan alat yang lebih teliti.
