MUDIK LEBARAN 1429 H

Sebelumnya saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin, tidak hanya di hari yang suci ini namun untuk seterusnya di kemudian hari, semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah dan membawa manfaat bagi baik fisik maupun rohani kita semua.

Lebaran atau istilah orang Indonesia untuk hari raya Idul Fitri adalah sebuah hari yang tiba pada 1 Syawal setiap tahunnya pada kalender Islam atau Hijriyah. Di Indonesia, lebaran oleh pemerintah ditetapkan sebagai musim liburan. Dan seperti di negara-negara lain musim liburan dimanfaatkan orang untuk bepergian, sehingga kepadatan lalu-lintas meningkat di jalan-jalan antar kota. Namun di Indonesia mayoritas orang memanfaatkan musim lebaran ini untuk pergi ke kampung halaman, menemui orang tua atau keluarga, yang kemudian umum disebut dengan istilah mudik.

Mudik sering dikaitkan sebagai tradisi muslim untuk saling bermaaf-maafan pada hari raya Idul Fitri dan seperti kurang afdol rasanya apabila tidak bertemu dengan orang tua atau keluarga yang selama setahun mungkin kita jarang menemui mereka. Tidak ada kewajiban khusus sebenarnya tentang bepergian jauh ini dalam ajaran agama Islam, namun karena bertepatan dengan musim liburan, maka banyak orang memanfaatkan kesempatan ini.

Jalanan yang macet, penumpang bus dan kereta api kelas ekonomi yang saling berdesakan dan tumpang tindih, adalah pemandangan biasa dan secara rutin pula menghiasi wajah media massa baik cetak maupun elektronika. Indonesia memang negeri dongeng. Ada yang senang dan ada pula yang menyindir dan mencibir. Namun memang tidak semua hal bisa kita mengerti. Tidak semua hal yang penting bisa dihitung, dan tidak semua yang dihitung itu penting. Atau begitu kira-kira kata iklan di televisi.

Saya juga mudik. Tapi tidak seperti tahun lalu, tahun ini saya memakai jasa bus patas PO COYO, di jalan Demak 445 Surabaya. Pilihan lain di jalan Demak adalah PO EZRI. Dua-duanya adalah penyedia bus eksekutif patas AC jurusan Surabaya-Cirebon. Dua-duanya sama-sama bagus (maksudnya biar tidak disangka paid review). Tahun lalu saya memakai jasa PT Kereta Api Indonesia, dengan kereta eksekutif Sembrani. Beberapa alasan saya memakai jasa perusahaan bus tahun ini antara lain :

1. Lebih murah dari Kereta Api

Harga tiket kereta api sembrani tahun lalu adalah Rp. 320.000,- per orang, berarti saya harus menyediakan sekitar 1.280.000,- hanya untuk tiket kereta api saja. Belum lagi saya harus mengantisipasi kenaikan harga yang mungkin terjadi tahun ini. Harga tiket bus lebaran tahun ini untuk jarak Surabaya – Tegal adalah Rp. 185.000,- per orang. Artinya saya cukup menyediakan Rp. 740.000,- untuk tiket pulang pergi saya dan istri.

2. Jadwal kedatangan yang lebih bersahabat

Kalau naik kereta api dari Surabaya, maka kita akan sampai kota tegal pada tengah malam (antara jam 11.30-01.00 tergantung jenis kereta apinya), artinya dari stasiun pilihan transportasi yang tersedia hanya becak dan Taxi. Jarak yang masih harus ditempuh dari stasiun ke rumah mertua adalah 25 km (di Banjaranyar tepatnya), maka ongkos untuk naik Taxi jelas lumayan besar (kebangetan kalau sampeyan masih mau naik becak sebagai alternatif), dan belum lagi besar resiko di jalan pada tengah malam jelas lebih besar dari pada di siang hari. Sebenarnya ada juga bus kelas ekonomi dari Bandung menuju Purwokerto yang melintas selama 24 jam, namun kalau bepergian dengan keluarga sepertinya bukan pilihan utama (kalau bujangan alias pergi sendirian, saya biasanya nekat aja naik bus ini).

Dengan bus kita memasuki Tegal sekitar jam 5-6 pagi. Bus dan angkot sudah banyak berkeliaran dan jalan juga sudah lebih ramai. Belum lagi kita gak perlu membangunkan mertua atau tetangga yang lagi enak-enak tidur kan?

3. Tidak perlu ke terminal

Saya tidak pernah suka pergi ke terminal bus, entah itu Bungurasih, Joyoboyo, Pulogadung, Kampung Rambutan, Solo, Purwokerto, Jogja, atau terminal bus mana saja. Kumuh, semrawut, jorok, anarkis. Bus yang kami naiki berangkat dari agen bus di jalan Demak, dan kami turun di Mal Pasific Tegal. Ketika balik kita bisa naik dari jalan Yos Sudarso Tegal dan turun di jalan Demak yang kebetulan lebih dekat dari rumah ketimbang harus turun di terminal Bungurasih.

Saya juga menyarankan untuk anda pemakai jasa bus mungkin lebih nyaman berangkat dari lokasi agen, namun mungkin ada kendala kalau ingin berangkat mendadak (tidak pesan lebih dulu) seperti di terminal.

Adapun liburan saya di Tegal seperti biasanya sangat menyenangkan dan juga relaxing. Kadar oksigen berlebih dari hutan dan pegunungan membuat jam tidur saya melonjak dengan tajam. Hidup tanpa tivi dan komputer untuk sementara benar-benar memberi kesegaran dan banyak waktu untuk berpikir dan menyusun ulang rencana untuk kemudian dijalankan di hari-hari ke depan.

Kini saya sudah kembali ada di Surabaya, kembali di depan komputer, kembali merajut dan meniti jalan hidup, seperti hari-hari kemarin, seperti kita semua juga tentunya.

Selamat pagi teman, dimanakah engkau menyandarkan kepala malam ini?

BELAJAR DARI CERITA

PENDAHULUAN

Cerita rakyat atau dongeng, biasanya dianggap remeh oleh masyarakat. Karena basis cerita yang sederhana, berkesan khayal dan seringkali terkesan hanya ditujukan bagi anak-anak belaka. Namun, dongeng mengandung makna yang lebih dalam dari sekedar cerita. Setidaknya, demikian pendapat saya.

PERSAMAAN ANTARA SANGKURIANG DAN BANDUNG BONDOWOSO

Sangkuriang seperti kita tahu adalah tokoh dalam cerita asal mula gunung Tangkuban Perahu. Sedangkan Bandung Bondowoso adalah tokoh dalam cerita asal mula Candi Sewu atau Prambanan. Walaupun berasal dari kebudayaan dan daerah yang berbeda namun, keduanya memiliki beberapa persamaan dalam karakter maupun jalan cerita. Persamaan itu antara lain :

1. SAKTI MANDRAGUNA
Keduanya adalah laki-laki yang sakti mandraguna. Sama-sama memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan mengendalikan makhluk halus. Walaupun begitu, keduanya mempunyai asal-usul yang kurang jelas (bukan bangsawan), sama-sama terisolasi, dan sama-sama terobsesi pada sesuatu.

2. JATUH CINTA PADA PEREMPUAN YANG SALAH
Tentu saja anda bakal protes, karena cinta tak mungkin salah. Namun, kadang memang begitu. Ada kalanya cinta harus menepi, dan menahan diri. Sangkuriang jatuh cinta kepada ibunya sendiri, sedang Bandung jatuh cinta kepada Lara Jonggrang , yang seharusnya malah jadi musuh.

3. MEMAKAI CARA YANG TIDAK FAIR
Ya, dengan memakai bantuan jin untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh masing-masig wanita yang mereka cintai, mereka menggunakan bantuan dari jin dan bukannya berusaha dengan tenaga mereka sendiri. Seharusnya mereka sadar tugas teramat berat tersebut bukanlah ujian, apalagi untuk menantang, namun sebuah penolakan akan cinta mereka.

4. SISTEM KEBUT SEMALAM
Seperti layaknya mahasiswa yang mendapat tugas mendadak, maka keduanya juga melek semalaman demi menyelesaikan tugas yang diberikan. Sebenarnya mereka tidak harus melakukan tugas ini, tapi karena nafsu maka semua dilakoni demi meraih dambaan hati.

5. GAGAL
Keduanya gagal ketika sama-sama hampir berhasil. Keduanya gagal oleh tipu daya, karena mereka sendiri yang memulai dengan cara yang tidak baik. Kalau saja keduanya benar-benar berusaha dengan tenaga mereka sendiri, mungkin mereka akan gagal dalam tugas-tugas itu, tapi mereka tidak akan gagal dalam hidup.

KORELASI DENGAN KONDISI INDONESIA SEKARANG

Adalah hal yang umum bila habis tahun anggaran, maka pelbagai instansi pemerintah dan swasta untuk berlomba-lomba, menghabiskan sisa anggaran belanja mereka, dengan asumsi supaya bisa terjadi kenaikan jumlah anggaran ditahun berikutnya. Dulu, saya menganggap logika ini masuk akal, bahwa sebuah instansi memang harus terus maju, dan untuk maju membutuhkan dana yang tidak kecil.

Namun, sekarang saya menganggap ini semua hanya omong-kosong belaka. Penghematan, dan efisiensi harus dilakukan bila memungkinkan. Kemajuan tidaklah relevan dengan menghambur-hamburkan uang. Bukankah dengan penghematan dan efisiensi, walaupun anggaran untuk sebuah instansi menjadi berkurang, namun itu berarti bahwa kas negara bisa menjadi bertambah, dan bukankah itu berarti lebih banyak dana yang bisa dipakai untuk mengangkat kesejahteraan rakyat?

Begitu juga dengan memakai jin. Bukan dalam arti harfiah tentu saja, namun melegalkan praktek-praktek yang tidak benar dalam menjalankan sebuah tujuan. Manusia memang tidak harus membangun sebuah danau atau seribu candi dalam semalam. Instead, manusia bisa membangun sebuah sistem atau sarana dengan waktu yang sewajarnya saja. Semakin cepat memang semakin baik, namun bukan berarti tergesa-gesa dan menghalalkan semua cara. Semua ada waktu dan tempatnya.

Permasalahan, yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini mulai dari kasus Blue Energy, padi Supertoy, dan lain-lain juga seolah-olah mengingatkan kita pada Sangkuriang dan Bandung Bondowoso yang berakhir dengan kegagalan. Bukannya melalui sebuah proses dan tahapan yang semestinya, namun malah seolah-olah, sebuah produk yang hebat dan spektakuler harus dihasilkan dalam semalam. Apresiasi dan penghargaan tentu saja kita berikan pada semangat dan kreatifitas, namun kita juga haru memberikan apresiasi terhadap sebuah proses kerja keras dan intensif, sehingga produk yang dihasilkan bukan hanya spektakuler di koran-koran, namun juga spektakuler di dalam jurnal-jurnal ilmiah, dan sejarah bangsa yang besar ini tentu saja.

Selamat pagi teman, saya masih belum bisa menulis dengan baik dan benar rupanya.

DIBALIK SPIDOL

(Self Portrait)

Sumpah, saya barusan maen dota satu set lawan AI, pengen tidur, tapi gak jadi gara-gara waktu ngecek e-mail nongol sebuah pingback yang datangnya dari mas zalukhu. Gak tanggung-tanggung mas Zaluku bikin posting berjudul “5 Blog Berdomain Keren” we he he, nyengir kuda.

“Nah dari semua nama domain blog yang saya temukan, saya justru jatuh cinta pada nama domain ini. Ga tau kenapa, cuma kalau saya mendengar istilah spidolhitam saya merasakan suasana yang agak lain hihihihi. Blognya sendiri cukup mencerminkan bahwa sang blogger merupakan seorang pendulang dollar dari internet. Mengingat penempatan blog berbahasa Indonesia di sub domain yang merupakan salah satu trik untuk meningkatkan traffik domain utama yang berbahasa Inggris. Sebuah trik yang saya sendiri masih pelajari hahahaha. Ayo bagi yang punya spidol merah , spidol biru , spidol hijau mungkin mau nyusul bikin blog seperti spidolhitam ?”

Saya seorang dibilang pendulang dolar (garuk-garuk)? Klarifikasi saja nih, saya bukan cuma pendulang dolar, tapi saya juga pendulang euro, yen (yen ing tawang ono lintang), bahkan sejak pertama kali bekerja atau menghasilkan uang saya pernah mendulang kaos, mendulang membership gratis, mendulang voucher menginap, mendulang tiket kereta api ekonomi sampai eksekutif, sampai-sampai pernah mendulang ciuman dari cewek cantik lho (tapi bagian ini tentu saja untuk cerita di lain hari).

Perlu srinsyut? Jangan lah, terserah mau dibilang hoax. Perlu tutorial? Sudah banyak di internet. Perlu cerita? Ini saja, itupun kalau sampean tertarik. Cerita dibalik nama spidolhitam.

Ketika kuliah, saya pernah bekerja magang di sebuah perusahaan IT. Disitu saya bertemu dengan seorang teman sekaligus guru. Teman saya itu tahu kalau saya senang menggambar. Tapi gambar saya waktu itu berantakan dan awut-awutan. Saya berkata, kalau saja saya punya pensil yang lebih baik, saya bisa menggambar dengan arsir yang lebih halus, dengan denotasi dan penekanan yang lebih beragam dan sebagainya.

Teman saya itu mengambil pensil kayu biasa, dan sebuah cutter untuk meraut, dan mulai menggambar di sebuah kertas kosong. Singkat saja di kertas kosong itu kini tergambar sebuah postur Spawn, sebuah karakter komik keluaran marvel. Gambar buatan teman saya ini bukan gambar biasa, kekuatan sketsanya setara Tod Mcfarlane, anatomi dan arsirannya sekelas Greg Capullo.

Setelah itu ia mengambil sebuah spidol snowman warna hitam harga gopekan waktu itu, dia bilang semiskin-miskin designer, masih mampu lah kalau cuman beli spidol. Dia membuat finishing sekelas Alex Ross dengan spidol warna hitam itu. Teman saya itu berkata,

It is not the gun. It is the man behind the gun.

Teman saya itu memang punya satu set technique pen rotring, faber castell, staedler, dan lain-lain, tapi dia tidak bersembunyi dibalik semua aksesoris itu untuk menghasilkan sebuah karya yang bagus. Bagi dia semua sama saja, yang penting adalah orangnya.

Kejadian itu saya masih ingat sampai sekarang. Dan untuk bisa membuat sebuah karya yang bagus, dari sebuah spidol hitam biasa, dari sebuah pc sederhana, di sela-sela tumpukan barang di rumah yang sempit seperti yang saya tinggali sekarang, itulah cita-cita saya.

Saya tentu saja tidak menolak kemapanan dan kesejahteraan. Saya hanya tak mau menjadikan kemapanan dan kesejahteraan sebagai satu-satunya motivasi dalam hidup. Sebagai satu-satunya motivasi dalam berkarya.

Oh ya yang mau lihat karya-karya saya langsung saja meluncur kesini.

Itulah sekelumit cerita dibalik nama spidolhitam, semoga omong kosong dan celoteh gosong diatas bisa sekedar menjadi bahan posting di blog garing tanpa makna bernama spidolhitam ini.

BREAKIN MOMENTS

1.THE ISLAND DIALOG

A : I wish that there is more …
B : More ?
A : More than just waiting to go to the island.

Dalam film The Island Lincoln Six-Echo (Ewan McGregor), merasa tidak puas dengan kesehariannya. Bangun pagi, sarapan, berangkat kerja menyuntikkan supplemen nutrisi kedalam selang yang ia tidak pernah tahu kemana tujuannya. Sambil menunggu kepergiannya menuju pulau terakhir bebas kontiminasi di bumi.

Kebanyakan dari kita, hidup dalam pola yang sama, dengan Six Echo. Bangun, berangkat ke kantor, pulang nonton sinetron, tidur, dan seterusnya. Beberapa diantara kita malah terpaku didepan komputer begitu bangun, dan baru lepas darinya ketika berangkat tidur. Disukai atau tidak, banyak dari kita hidup dalam ‘tranquility dan repetition’. Dan disukai atau tidak kita semua juga sedang menunggu keberangkatan menuju ke sebuah ‘pulau’ bernama ‘kematian’.

Namun, jarang dari kita yang seperti six echo, merasa ‘un resolved’, dan merasa ‘i wish that there was more’. Bahwa seharusnya ada yang lebih dari ini. Yang saya maksudkan tentu saja bukan uang atau kekayaan. Yang saya maksudkan adalah sesuatu yang lebih ‘bermakna’ dari itu semua.

2. 6 QUESTIONS TO ASK YOURSELF TO GET THE MOST OUT OF YOUR LIFE

Sumber :

6 pertanyaan yang kita tanyakan pada diri sendiri untuk mendapat yang terbaik dalam hidup. Apa saja?

Who do I love, and what am I doing about it? Siapa saja yang saya sayangi dan saya sudah berbuat apa dalam hal ini? Cepat atau lambat kita semua akan berpisah dengan orang-orang yang kita kasihi (kematian, pindah kota, dll). Manusia datang dan pergi tanpa kita tahu kapan dan bagaimana. Sudah berbuat maksimalkah kita dengan orang-orang yang kita kasihi? Saya belum.

Am I pursuing my dream, or is fear stopping me? Apakah saya sedang mengejar cita-cita, atau ketakutan saya menghalangi saya? Kebanyakan dari kita malah sudah lagi tidak punya cita-cita. Dan memang ketakutan yang menghalangi kita. Kita takut akan kegagalan. Saya takut akan kegagalan, saya takut kalau mengejar cita-cita, saya malah menghancurkan apa yang saya punyai sekarang, dan saya biarkan cita-cita saya berlalu begitu saja.

Am I doing something that matters? Apakah saya mengerjakan sesuatu yang berarti? Pertanyaan ini benar-benar mengejutkan saya. Saya memang sedang mengerjakan sesuatu, saya mempunyai pekerjaan, aktifitas, dan rutinitas,bahkan pekerjaan sampingan, tapi apakah semuanya berarti? Saya pikir tidak. Saya hanya mengejar uang. Saya sungguh orang yang dangkal.

What am I doing to help others? Apa yang kita perbuat untuk menolong orang lain? Ironis memang, namun kita tidak akan pernah menikmati hidup kalau hanya meraih semua untuk diri sendiri, tapi tidak kita amalkan untuk menolong orang lain. Di Indonesia, banyak orang miskin, orang susah, anak-anak putus sekolah, sudahkah kita menemui mereka, sudahkah kita dengar mereka dan kita kurangi penderitaan mereka? Saya belum.

Am I as good a person as I want to be? Apakah kita orang yang baik sebagaimana kita maui? Jawabannya jelas. Saya tidak.

What am I doing to live life with passion, health and energy? Apa yang saya perbuat supaya bisa hidup dengan gairah, kesehatan, dan energi? Sering kali saya menjadi orang yang apatis, maka saya tidak punya gairah atau energi. Setidaknya seringkali.

3. TEN’INOUHU NO KIWAMI

Sumber : Last Episode of Prince of Tennis

Ten’inouhu no Kiwami atau the wisdom of perfection, adalah sebuah kalimat yang bisa anda temui dalam komik The Prince of Tennis. Ten’inouhu no Kiwami adalah the ultimate technique, yang menjadi pemungkas, dalam komik ini. Sebuah jurus pamungkas yang ditunggu-tunggu sejak awal permulaan cerita, yang ternyata tidak lain dan tidak bukan, ternyata bermain dengan ikhlas or play … with nothing to loose. Surpassing every limit, by not creating any.

Ketika kita kecil, kita semua hidup dalam fase ini. Fase dimana kita semua hidup dalam ‘nothing to loose’. Semua hanya soal bersenang-senang, atau sekedar iseng, bukan cuma di mulut seperti yang sering kita ucapkan ketika kita dewasa (yang sebenarnya menjadi pengingkaran akan apa yang ada di hati kita, kelihatan kok, semakin sering diucapkan, semakin kelihatan kalau kita bohong), tapi kita lakukan dengan refleks, dan terjadi begitu saja.

4. PARADOKS KUCING Erwin Schrödinger

Sumber :

Sedikit tentang Mekanika Kuantum dan Filosofinya (1/5)
Sedikit tentang Mekanika Kuantum dan Filosofinya (2/5)

Nuwun sewu mas Sora, saya numpang copas (sudah saya copas, pangkas sana-sini juga, soalnya kepanjangan sih).

Sebelumnya baca dulu : Persamaan Schrödinger

Menurut Max Born, fungsi gelombang Schrödinger menunjukkan bahwa setiap benda memiliki elemen probabilitas. Dalam konteks kuantum, kita bisa mencontohkannya dengan posisi elektron dalam atom. Menurut Born, semua tergantung pada probabilitas. Ini membuat sebagian fisikawan terguncang — secara tidak langsung Born menyatakan bahwa terdapat lebih dari satu kenyataan yang bisa terjadi.

Melihat kisruh ini, Erwin Schrödinger turun tangan. Ia menantang Born dengan melempar sebuah paradoks:

“Misalnya terdapat sebuah kotak. Di dalamnya kita siapkan labu gas beracun dan palu yang terhubung dengan pencacah Geiger. Jika pencacah Geiger berbunyi, maka palu akan jatuh dan memecah labu gas beracun.

“Kemudian kita masukkan seekor kucing bersama zat radioaktif, yang probabilitas peluruhannya sebesar 50% dalam satu jam.

“Dengan demikian, setelah satu jam, kemungkinannya sama — yakni gas beracun mengalir (kucing mati) atau gas beracun tetap tersimpan (kucing hidup).

“Ini berarti kucing mati sekaligus hidup. Bagaimana mungkin ini terjadi?”

Inilah paradoks kucing Schrödinger. Dengan harapan menumbangkan tafsiran Born, Schrödinger menyampaikan sebuah skenario ekstrim yang tak masuk akal. Mungkinkah kucing mati sekaligus hidup di satu waktu?

Sejak saya pertama kali membaca tentang paradoks kucing ini sekitar 6 tahun yang lalu saya selalu merasa terganggu, karena apa? Karena kondisi yang saling tumpang-tindih ini sangat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Saya pikir kebanyakan stress yang dialami manusia juga dikarenakan kesulitan yang sama dalam menentukan probabilitas yang ada dengan kenyataan yang terjadi. Saya tahu setidaknya stress yang saya alami sehari-hari tidak jauh dari paradoks semacam ini.

Para ilmuwan kemudian menyebut kondisi campuran ini sebagai superposisi keadaan. Fokus kini teralih pada Max Born — mampukah ia menjawab tantangan?

Di luar dugaan, Born ternyata bisa menjawab dengan tangkas.

“Jika tutup kotak dibuka, maka kita akan tahu keadaan si kucing: apakah kucing sudah mati, atau masih hidup. Di sini cuma ada satu kemungkinan yang bisa jadi kenyataan.

“Probabilitas kuantum berfungsi sebagai perkiraan, tetapi pengukuranlah yang memberi kepastian.”

Intinya, menurut Born, hanya ada satu kemungkinan yang boleh mewujud. Apakah kucing mati, atau hidup? Tidak mungkin dua-duanya terjadi bersamaan.

Probabilitas kuantum adalah petunjuk. Tetapi, kenyataan cuma ada satu! Ini jelas meruntuhkan klaim Schrödinger bahwa kucing terjebak antara fase “hidup” dan “mati”.

Tapi, benarkah demikian?

Para fisikawan umumnya sepakat bahwa kenyataan yang terjadi hanya ada satu, terlepas dari banyaknya kemungkinan yang bisa terjadi.

Sepakat, saya setuju, bagaimanapun juga harus ada satu kenyataan, karena saya tidak hidup dalam multiple concsious kan? Beruntung mas Sora menulis tentang keruntuhan superposisi.

Keruntuhan Fungsi Gelombang

Lebih lanjut: Wave Function Collaps

Ketika superposisi terjadi, setiap kemungkinan memiliki sebuah “nilai”. “Nilai” ini bersifat unik, tertentu, dan menghubungkan dua keadaan — yakni masa kini dan masa depan.

(dalam matematika, konsep ini diwakili oleh eigenvalue)

Setelah pengamatan dilakukan, maka fungsi gelombang akan tereduksi menjadi sebuah keadaan tunggal (eigenstate). Inilah yang hasil akhir yang bisa kita amati.

Keruntuhan ini mewujudkan sebuah probabilitas secara fisik. Di sisi lain, probabilitas lain yang sebelumnya ada kini terkalahkan: mereka kehilangan makna fisik dan menghilang.

Nah, inilah yang selama ini selalu saya pakai dalam menyimpulkan kenyataan. Saya menjadi seorang reduksionis. Saya selalu menganggap kejadian yang tidak terjadi sebagai kehilangan makna fisik dan menghilang. Yang terjadi kemudian adalah bahwa saya selalu hidup dalam ada dan tiada. Hidup seperti sayur tanpa garam. Yang ada hanya sayur, karena garam kehilangan makna fisik dan menghilang dalam sayur. I can tell you … it is not pleasant to life such a life.

Saya tentu saja bisa berpaling pada penjelasan metafisik dan supranatural, dan seperti ekstasi penjelasan-penjelasan itu hanya mampu menenangkan pikiran saya untuk waktu yang singkat, saya masih butuh ’sesuatu yang lebih’.

Luckily there is still more to come.

Dekoherensi Kuantum

Lebih lanjut: Quantum Decoherence

Teori DK #1: Superposisi di Skala Kuantum

Ketika sebuah sistem kuantum (e.g. atom, elektron) mengalami superposisi, setiap kemungkinan memiliki sebuah “nilai”. “Nilai” ini bersifat unik, tertentu, dan menghubungkan dua keadaan — yakni masa kini dan masa depan.

(sama dengan KFG)

Meskipun demikian, semua kemungkinan tersebut saling terikat dan memiliki fasa yang sama.

Apabila pengamatan dilakukan, maka salah satu probabilitas akan menyesuaikan fasa dengan lingkungan. Sedangkan yang lainnya mengalami pergeseran fasa, menjadi tak bisa teramati oleh kita.

Ah, ternyata ada opsi lain, saya baru tahu …

Teori DK #2: Superposisi di Skala Makro

Sebenarnya, superposisi di skala makro (e.g. kucing Schrödinger) tidak benar-benar terjadi.

Superposisi berawal di skala kuantum. Meskipun demikian, superposisi ini tak pernah bertahan lama — selalu ada gangguan-gangguan dari luar yang bisa merobohkan superposisi tersebut.

Dunia makro memiliki banyak gangguan/interaksi dengan alam: cahaya, panas, statik, dan lain-lain. Probabilitas kuantum akan terkikis oleh gangguan-gangguan ini sebelum sempat “beraksi” di dunia nyata.

Hell yeaaaaahhhh !!!!

Entah kenapa, sudah lama sejak terakhir saya merasakan energi seperti ini. Adanya dekoherensi kuantum (saya benar-benar baru tahu) ini walaupun hanya sedikit menjelaskan namun yang terpenting adalah bahwa ini menawarkan sebuah pilihan.

Maka sayur kini tidak harus menjadi sayur tanpa garam, karena garam bukan menghilang dan kehilangan makna fisik tapi garam mengalami pergeseran fasa, menjadi tak bisa teramati oleh kita. Maafkan analogi yang sangat tidak nyambung ini, tapi inilah sejauh mana saya bisa meresapi semua hal diatas.

Dari jauh-jauh terdengar lirih suara melantun,

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Selamat siang, kawan. Sejauh apa pikiran membawamu terbang pagi tadi?

ENAKAN MAEN DOTA

Ketika beberapa hari yang lalu, tipis berkata ke saya, nan, kayaknya cosa tuh kesandung masalah lagi tuh. Saya cuman menjawab, masa sih.

Lalu saya menemukan kalau posting saya di blog wordpress, ternyata mendapatkan sebuah backlink dari mas eko nurhuda. Saya membaca posting itu dan rupanya berhubungan dengan apa yang terjadi di zalukhu.com. Hm, gimana yah. Kemudian posting saya pun mendapat beberapa komentar, yang seharusnya tidak terjadi, karena sebagaimana disclaimer yang saya tulis pada bagian diatas posting tersebut, bahwa saudara cosa sudah memberikan refund, dan saya juga sudah melupakan masalah tersebut.

Beberapa daintara komentar yang saya tidak mengerti adalah :

Mas Fajar berkata :

“… semoga cepet selesai masalahnya, sukses selalu n salam kenal …”

Wah masalah saya sudah selesai lama sejak mei (2008) mas. Mungkin tertukar dengan masalah zalukhu nih.

Lalu mas Fikri juga berkata :

“… Master juga manusia.., *candil mode:on* , bukan berarti membenarkan kesalahan, tapi selalu mengadakan perbaikan. salam kenal dari bandung …”

Iya bener sekali mas Fikri, apalagi dalam permintaan maafnya (link sudah dihapus, skrinsyutnya ngambil dari zalukhu) mas cosa malah menganggap dirinya seorang newbie dan bukan seorang master.

Mungkin untuk mendukung pernyataan tersebut mari kita lihat definisi newbie yang obyektif dari wikipedia.

“Newbie is a slang term for a newcomer to online gaming or an Internet activity. It can also be used for any other activity in whose context a somewhat clueless newcomer could exist. It can have derogatory connotations, but is also often used for descriptive purposes only, without a value judgement.”

Mari kita fokus pada kalimat “activity in whose context a somewhat clueless newcomer could exist”, yang diterjemahkan kira-kira aktifitas dalam konteks seorang pendatang baru yang tidak tahu apa-apa bisa eksis. Maka mari kita simpulkan bahwa mas cosa sendiri sudah menganggap dirinya seorang pendatang baru yang tidak tahu apa-apa, dan dia tidak eksis. Nah mungkin sebaiknya kita memaklumi dan jangan berharap banyak soal ini.

Bukti bahwa mas cosa ini seorang newbie, mari kita lihat daftar top 100 blog Indonesia (hari ini, 23 Agustus 2008, saya bukan orang yang ‘mengganti time stamp’, jadi ya emang hari ini), blog mas cosa ‘hanya’ berada di urutan dua, bukan pertama dibawah blog mas priyadi, dan diatas blog paman tyo, blog wimar witoelar, dan blog maseko.

Ini jelas bukti yang menguatkan pernyataan bahwa mas cosa ini seorang newbie. Apalagi kalau cuman kelasnya paman tyo, wimar witoelar, atau mas eko atau 95 blogger dibawah mereka, apalagi kita-kita ini jelas-jelas cuman newbie kualitet kampung mungkin yah (ampun, siap-siap digebukin orang sekampung).

Saya jadi ingat pitutur ndorokakung yang wicak, bijak, dan kocak itu.

“… Untuk apa? Popularitas itu membelenggu. Ia cuma menjadi sebuah perli sesaat. Sedangkan sejarah ranah blog mungkin mirip sejarah kembang api.

Seseorang dengan cepat terlontar bercahaya ke angkasa, bak bintang luncur dengan suara riuh. Tapi tak lama kemudian, ia tak tampak. Ia malah mungkin jatuh sebagai arang yang getas …”

Waduh, popularitas bisa sekejam itu yah. Bagaimana lagi, saya yang dangkal, seorang blogger abal-abal, kadang ngiri sama yang sudah terkenal, nah lo. Namun jelas ogah kalau terkenal lalu terjungkal, ya gak?

Moral dari cerita? Emang harus ada moral ceritanya yah? Yang jelas, popularitas adalah harga yang harus dibayar mahal. Dan siapapun yang membeli popularitas, harus siap membayar harganya.

“… Along with great power, comes great responsibility …” nyontek Ben parker, pamannya si Peter Parker, pemuda gagah perkasa yang berkekuatan super alias Spiderman.

Apa sih salahnya mas cosa? Salahnya mas cosa itu terkenal, punya banyak penggemar, yang cinta dan dan yang sebal, yang mendukung dan yang menikam, yang terpana dan yang memandang sebelah mata, semua nyampur. La kalau saya?

Saya lagi seneng-senengnya dengerin lagunya basshunter – dota.

“… we sit in this ventrillo, playing some little dota (I hear you man), we pushing and we owning, at the enemy we’re playing … we sit in this ventrillo, playing some little dota, run around we’re creeping, the enemy were sleeping …”

Main dota lagi aja yuk ….. we pushing and we owning … MONSTER KILL !!!!!!! GODLIKE !!!!!!!!!