Skip to content

SPIDOLHITAM

KARENA HIDUP UNTUK DISYUKURI
  • Blog
  • About
  • Archives
  • Log in
 
Less
More
Trim
Untrim
« Older
Home
Loading
Newer »
Archive for October, 2008
15Oct08 BLOG ACTION DAY 2008 : POVERTY
ENTAH APA HIDUP
12 Comments

Saya masih punya sedikit waktu sebelum hari ini (15 Oktober 2008) berlalu. Kemisikinan, begitu tema blog action day kali ini.

Kalau kita bicara tentang kemiskinan mungkin dalam benak kita terbersit tentang revolusi Perancis dimana kaum miskin memproklamirkan anarki melawan penindasan kaum borjuis. Atau mungkin kita akan mengenang Karl Marx dengan manifesto komunis sosialisnya. Atau mungkin tentang krisis moneter yang menghantam Indonesia tahun 1998, tentang lumpur lapindo, tentang anak jalanan, atau tentang pemilu 2009 yang akan datang.

Tapi kali ini saya ingin bicara tentang sebuah keluarga yang hidup di lereng Gunung Slamet di Jawa Tengah. Gunung Slamet yang seperti kita semua tahu terletak di antara kabupaten Tegal, Pemalang dan Brebes Jawa Tengah. Sebut saja Suharto sang kepala keluarga, Hartinah sang ibu rumah tangga, dan Bambang si anak laki-laki (bukan nama sebenarnya).

Cerita Suharto

Suharto bekerja sebagai pembantu serabutan keluarga Sudirman, pengusaha kerupuk di Slawi, itupun karena kebaikan keluarga Sudirman yang tidak tega melihat Suharto yang luntang-lantung menjadi pengangguran. Suharto giat bekerja tak kenal lelah dan waktu. Mulai membersihkan rumah, menjemur dam menggoreng krupuk, hingga bongkar muat dan menjaga toko, semua dilakoni, demi anak, dan demi istri.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitu kata orang-orang tua. Suharto yang bekerja tak kenal waktupun kolaps, ambruk, dengan kondisi ginjal yang remuk redam. Keluarga Sudirman memang membantu pengobatan Suharto, namun apa lacur, Suharto harus menerima nasibnya kembali menjadi pengangguran.

Cerita Hartinah

Hartinah adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Wajahnya cantik untuk ukuran sebuah desa kecil tempat ia tinggal. Sejak Suharto menganggur ia harus bekerja menjadi buruh cuci, buruh tani, atau apa saja yang bisa menghasilkan uang untuknya sendiri dan keluarganya.

Along came a spider. Atau begitulah kira-kira. Adalah Saiful, seorang penyanyi dangdut kelas kampung yang menjadi langganan jasa cuci baju Hartinah. Tubuh montok, badan semok Hartinah pun membuat Saiful menjadi mabuk kepayang. Diputarlah akal dan dicarilah kesempatan. Tibalah saatnya dimulai tahun ajaran. Setumpuk uang harus diusahakan untuk menebus buku-buku serta hutang yang menunggak berbulan-bulan. Ada saat dimana pilihan terasa abusrd, bias, dan klise. Hartinah membuat pilihannya. Sebuah pilihan wanita istri pengangguran berginjal remuk tiada berpenghasilan.

Cerita Bambang

Bambang baru saja naik kelas 2 SMP. Tapi Bambang sudah cukup umur untuk tahu perbuatan ibunya. Setidaknya ketika semua tetangga sudah membuat kasak-kusuk dan investigasi. Bambang adalah anak yang pintar di sekolah. Namun di sekolah pintar tidaklah saja cukup. Tanpa masalah ibunya saja Bambang sudah menghadapi permasalahan percaya diri yang cukup akut.

Teman-temannya yang lebih kaya sangat senang memamerkan kekayaannya pada Bambang. Mulai sepatu, tas, hingga sepeda BMX atau sepeda gunung. Bambang sendiri sudah biasa berjalan kaki 2,5 kilo dari rumah ke sekolah. Kulitnya hitam, sehitam aspal jalan berlubang dan bergelombang yang membelah desanya, yang tidak pernah diperbaiki semenjak rezim lama tak lagi berkuasa.

Tapi Bambang tidak sendiri. Ia bisa pergi ke desa-desa lain di lereng gunung Slamet dan menemukan banyak anak lain bernasib sama atau lebih menderita dari keadaannya sekarang.

Selamat malam kawan, bikin posting soal kemiskinan sepertinya bukan posting penting di dunia dimana orang kaya sarapan pagi nasi urap darah orang miskin, bukankah begitu?

06Oct08 MUDIK LEBARAN 1429 H
HIDUP
7 Comments

Sebelumnya saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin, tidak hanya di hari yang suci ini namun untuk seterusnya di kemudian hari, semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah dan membawa manfaat bagi baik fisik maupun rohani kita semua.

Lebaran atau istilah orang Indonesia untuk hari raya Idul Fitri adalah sebuah hari yang tiba pada 1 Syawal setiap tahunnya pada kalender Islam atau Hijriyah. Di Indonesia, lebaran oleh pemerintah ditetapkan sebagai musim liburan. Dan seperti di negara-negara lain musim liburan dimanfaatkan orang untuk bepergian, sehingga kepadatan lalu-lintas meningkat di jalan-jalan antar kota. Namun di Indonesia mayoritas orang memanfaatkan musim lebaran ini untuk pergi ke kampung halaman, menemui orang tua atau keluarga, yang kemudian umum disebut dengan istilah mudik.

Mudik sering dikaitkan sebagai tradisi muslim untuk saling bermaaf-maafan pada hari raya Idul Fitri dan seperti kurang afdol rasanya apabila tidak bertemu dengan orang tua atau keluarga yang selama setahun mungkin kita jarang menemui mereka. Tidak ada kewajiban khusus sebenarnya tentang bepergian jauh ini dalam ajaran agama Islam, namun karena bertepatan dengan musim liburan, maka banyak orang memanfaatkan kesempatan ini.

Jalanan yang macet, penumpang bus dan kereta api kelas ekonomi yang saling berdesakan dan tumpang tindih, adalah pemandangan biasa dan secara rutin pula menghiasi wajah media massa baik cetak maupun elektronika. Indonesia memang negeri dongeng. Ada yang senang dan ada pula yang menyindir dan mencibir. Namun memang tidak semua hal bisa kita mengerti. Tidak semua hal yang penting bisa dihitung, dan tidak semua yang dihitung itu penting. Atau begitu kira-kira kata iklan di televisi.

Saya juga mudik. Tapi tidak seperti tahun lalu, tahun ini saya memakai jasa bus patas PO COYO, di jalan Demak 445 Surabaya. Pilihan lain di jalan Demak adalah PO EZRI. Dua-duanya adalah penyedia bus eksekutif patas AC jurusan Surabaya-Cirebon. Dua-duanya sama-sama bagus (maksudnya biar tidak disangka paid review). Tahun lalu saya memakai jasa PT Kereta Api Indonesia, dengan kereta eksekutif Sembrani. Beberapa alasan saya memakai jasa perusahaan bus tahun ini antara lain :

1. Lebih murah dari Kereta Api

Harga tiket kereta api sembrani tahun lalu adalah Rp. 320.000,- per orang, berarti saya harus menyediakan sekitar 1.280.000,- hanya untuk tiket kereta api saja. Belum lagi saya harus mengantisipasi kenaikan harga yang mungkin terjadi tahun ini. Harga tiket bus lebaran tahun ini untuk jarak Surabaya - Tegal adalah Rp. 185.000,- per orang. Artinya saya cukup menyediakan Rp. 740.000,- untuk tiket pulang pergi saya dan istri.

2. Jadwal kedatangan yang lebih bersahabat

Kalau naik kereta api dari Surabaya, maka kita akan sampai kota tegal pada tengah malam (antara jam 11.30-01.00 tergantung jenis kereta apinya), artinya dari stasiun pilihan transportasi yang tersedia hanya becak dan Taxi. Jarak yang masih harus ditempuh dari stasiun ke rumah mertua adalah 25 km (di Banjaranyar tepatnya), maka ongkos untuk naik Taxi jelas lumayan besar (kebangetan kalau sampeyan masih mau naik becak sebagai alternatif), dan belum lagi besar resiko di jalan pada tengah malam jelas lebih besar dari pada di siang hari. Sebenarnya ada juga bus kelas ekonomi dari Bandung menuju Purwokerto yang melintas selama 24 jam, namun kalau bepergian dengan keluarga sepertinya bukan pilihan utama (kalau bujangan alias pergi sendirian, saya biasanya nekat aja naik bus ini).

Dengan bus kita memasuki Tegal sekitar jam 5-6 pagi. Bus dan angkot sudah banyak berkeliaran dan jalan juga sudah lebih ramai. Belum lagi kita gak perlu membangunkan mertua atau tetangga yang lagi enak-enak tidur kan?

3. Tidak perlu ke terminal

Saya tidak pernah suka pergi ke terminal bus, entah itu Bungurasih, Joyoboyo, Pulogadung, Kampung Rambutan, Solo, Purwokerto, Jogja, atau terminal bus mana saja. Kumuh, semrawut, jorok, anarkis. Bus yang kami naiki berangkat dari agen bus di jalan Demak, dan kami turun di Mal Pasific Tegal. Ketika balik kita bisa naik dari jalan Yos Sudarso Tegal dan turun di jalan Demak yang kebetulan lebih dekat dari rumah ketimbang harus turun di terminal Bungurasih.

Saya juga menyarankan untuk anda pemakai jasa bus mungkin lebih nyaman berangkat dari lokasi agen, namun mungkin ada kendala kalau ingin berangkat mendadak (tidak pesan lebih dulu) seperti di terminal.

Adapun liburan saya di Tegal seperti biasanya sangat menyenangkan dan juga relaxing. Kadar oksigen berlebih dari hutan dan pegunungan membuat jam tidur saya melonjak dengan tajam. Hidup tanpa tivi dan komputer untuk sementara benar-benar memberi kesegaran dan banyak waktu untuk berpikir dan menyusun ulang rencana untuk kemudian dijalankan di hari-hari ke depan.

Kini saya sudah kembali ada di Surabaya, kembali di depan komputer, kembali merajut dan meniti jalan hidup, seperti hari-hari kemarin, seperti kita semua juga tentunya.

Selamat pagi teman, dimanakah engkau menyandarkan kepala malam ini?

 
Browse Archives ยป
  • BLOG (1)
  • dota (1)
  • ENTAH APA (11)
  • HIDUP (8)
  • SAINS (1)
 

Latest

  • CARA JITU MENJADI ORANG PALING SOPAN DI DUNIA
  • DIPENJARA
  • Battle Net Pertamaku
  • Manifesto
  • Now and Then
  • SURGA
  • Uang
  • PERSAHABATAN
  • HIBERNATE
  • BLOG ACTION DAY 2008 : POVERTY

Blogroll

Search

Browse by Category

  • BLOG (1)
  • dota (1)
  • ENTAH APA (11)
  • HIDUP (8)
  • SAINS (1)

Browse by Tag

  • astronomi
  • BLOG
  • cerita
  • dongeng
  • dota
  • fisika
  • HIDUP
  • lebaran
  • mudik
  • SAINS
  • spawn. design
  • spidolhitam
  • teman

Browse by Month

  • December 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • October 2008 (2)
  • September 2008 (3)
  • August 2008 (4)
  • July 2008 (1)
  • June 2008 (2)
 
 
  • Blog
  • About
  • Archives
  • Log in
 


Theme Design by Jay Kwong | Powered by WordPress and K2

 

Home Top Archives Entries FeedComments Feed