Ridwan Susanto jelas bukan Ridwan Hasyim. Kalau Ridwan Hasyim kan Calon Wakil Gubernur Jatim untuk pilkada yang akan datang mendampingi Ir. Sutjipto yang mewakili PDIP. Kalau Ridwan Susanto ini, tukang sapu kereta ekonomi Kertajaya jurusan Surabaya Pasar Turi - Jakarta Pasar Senen.
Saya sendiri gak tahu nama aslinya. Dan saya terlalu awam untuk bisa memahami bahasanya yang universal. Ridwan Susanto ini kalau ditanya apa saja, jawabnya cuma “aaaa” atau “aaaaaaaa”. Saya mengambil kesimpulan sendiri setelah membaca tulisan di bagian belakang kaosnya. Tertulis “RIDWAN SUSANTO” dan angka 7. Saya kurang paham apa maksudnya angka 7 itu. Mungkin Ridwan Susanto ini penggemar Cristiano Ronaldo.
Pertemuan saya dengan Ridwan Susanto diawali di kereta api ketika seorang ibu hendak memberi sedekah pada Ridwan Susanto, tapi minta kembalian sekalian tukar receh karena duitnya yang ada paling kecil bersatuan lima ribuan. Saya melihat raut sedih Ridwan Susanto, sudah capek menyapu masih disuruh menghitung pula. Dengan agak aras-arasen Ridwan Susanto memberi segenggam uang receh dan menyuruh ibu tadi menghitung sendiri.
“Kurang nih, masa cuma tiga ribu” kata ibu tadi. Beberapa detik kemudian saya mendengar ibu tadi menjerit, “Masya Allah”, saya lihat ternyata si Ridwan Susanto memberi ibu tadi dua genggam receh dan yang sekarang kayaknya isinya cuman lima ratusan dan seribuan, sedikit sekali seratusannya.
“Udah-udah” ibu tadi mengambil beberapa keping dan mengembalikan sisanya. Muka si Ridwan Susanto masih datar-datar saja mengingatkan saya pada Hajime Saito yang keren sekali di film anime Rouroni Kenshin. Dan Ridwan Susanto berlalu, meneruskan menyapu.
Nama Ridwan Susanto sebenarnya oke juga. Ridwan ini kan nama malaikat penjaga surga. Kalau Susanto saya gak tau apa artinya.
Kereta sudah sampai di stasiun Randublatung dan saya kaget melihat Ridwan Susanto turun dari kereta sambil merokok, tanpa botol aqua isi uang recehnya. Waduh, jangan-jangan anak ini ditipu. Uang recehnya yang sebotol aqua itu dituker sama rokok sebatang. Saya bergegas ke sambungan gerbong dan bernapas lega. Sebuah botol aqua berisi uang receh, tersembunyi dengan rapi dibalik pintu kereta.