Waktu merangkak memasuki tengah malam. Pikiran saya melayang ke Ridwan Susanto. Jam segini seharusnya kereta api Kertajaya sudah sampai di Tegal.
Tegal sekarang menjadi rumah kedua saya. Saya selalu rindu padanya. Saya pernah bermalam di alun-alun menunggu pagi, sambil menonton wayang yang kebetulan dalangnya Ki Enthus. Belakangan saya tahu kalau ternyata Ki Enthus ini punya sanggar wayang disana.
Pikiran saya kembali ke Ridwan Susanto, mungkin sekarang dia lagi asik merokok di pintu kereta. Mungkin juga lagi asik mabuk bir sama penjual asongan lainnya. Mungkin juga sedang asik terlelap di depan toilet, tanpa sandal dan alas koran, sambil mendekap botol aqua isi uang recehnya.


mas..mas…sepertinya kok terobsesi sekali ( eh..pake istilah ‘terinspirasi’ aja deh, biar kesannya lbh positip ) sama yg namanya Ridwan Susanto ini.
Tokoh yg satu ini rasanya tergambar misterius sekali, tp yakin pasti banyak ilmu tersembunyi yg bs digali dr dia.
Aku tunggu kisah2 romancingnya mas isnan & Ridwan Susanto ya ?