SPIDOLHITAM DAN PARA BLOGGER

28 Mar, 2008  |  Written by spidolhitam  |  under PERSONAL

Saking bosen dan kesepiannya, saya putuskan untuk ngobrol saja sama Ridwan Susanto.

“Ridwan, kamu pengen jadi blogger gak?” tanya saya sama si Ridwan Santoso yang lagi garuk-garuk punggung. Dengan sedikit menoleh dengan ekspresi gak peduli Ridwan Susanto menggeleng.

“Loh kenapa nggak?” kata saya yang rupanya ngiri lihat si Ridwan Susanto asik menggaruk punggungnya, saya jadi ikut-ikutan nggaruk punggung.

Ridwan Susanto menjelaskan, jadi blogger itu mahal dan butuh modal. Butuh komputer, butuh internet. Jadi tukang sapu kereta aja, seperti dia, cuma butuh modal sapu patah. Jadi blogger itu juga membosankan, duduk terus di depan komputer ngetik sambil blogwalking ke blog-blog lain. Kalau dia walking ya dari gerbong satu ke gerbong lain saja. Tiap hari dia ketemu ribuan orang yang baru dan berbeda. Dan kalau bosan nyapu ya udah ganti profesi aja ke pemulung botol bekas. Kalau bosen sama rute Jakarta-Surabaya, dia bisa aja ganti ikut kereta selain Kertajaya. Ikut saja kereta Pasundan, Logawa, Sritanjung, Brantas atau Gayabaru.

Jadi blogger itu jam kerjanya juga gak jelas. Lain dengan tukang sapu kereta, sudah terjadwal dengan rapi dan disiplin mengikuti jadwal kereta. Soal penghasilan, tukang sapu kereta jelas lumayan profitable karena ongkos maintenance alatnya yang murah. Soal jumlah penghasilan emang sih paling pol ya sekitar tiga puluh ribu sehari kalau lagi rame dan gak apes dipalak preman. Cukup buat makan dan beli nescafe atau pop mie di mbak-mbak asongan di stasiun Pekalongan yang manis-manis dan montok-montok.

Jadi blogger juga kadang-kadang menghalalkan segala cara sambil mengingatkan pada kejadian ngadutraffik (ini si Ridwan kok tahu juga, mungkin sambil nyapu dia nge-blog juga, lain kali saya telanjangi siapa tahu dia mobile blogging pakai PDA atau Asus EEE PC yang lagi ngetrend itu). Sebagai tukang sapu bisa aja dia nilep sandal atau barang-barang penumpang. Tapi itu akan menjadikan dia seorang pencuri. Dan dia gengsi dong kalau turun derajat dari tukang sapu ke pencuri.

Jadi tukang sapu juga gak pernah ada konflik atau masalah dengan piblic figure. Ahmad Dani gak pernah menyebut tukang sapu kereta bodoh. Lain dengan blogger yang kata Ahmad Dani orang-orang pengecut, bodoh, dan kurang kerjaan. Kalau ngurusin orang-orang bodoh ya kita ikut jadi bodoh begitu kata Ahmad Dani.

Tukang sapu kereta juga tidak pernah ada masalah dengan Roy Suryo. Karena Roy Suryo bukan pakar sapu tapi pakar IT. Roy Suryo gak pernah bilang tukang sapu kereta itu tukang tipu dan gak bisa dipercaya. Apalagi berkata kalau tukang sapu kereta akan bekerja sama dengan hacker-hacker untuk melawan rencana pemerintah yang akan mensensor situs-situs pornografi dan informasi menyesatkan. Yang seperti itu ya blogger.

Apalagi kalau para blogger tau si Ridwan Susanto pernah poto bareng sama Cinta Laura (Chinca Lawra), sambil menunjukkan sebuah sobekan tabloid bergambar Cinta Laura yang ditempeli poto hitam putih ukuran 3X4 si Ridwan Susanto yang lagi pakai seragam SD.

Dasar Ridwan Susanto kampret.

Related Posts

3 Responses so far | Have Your Say!

  1. angieNo Gravatar  |  March 28th, 2008 at 1:18 pm #

    gaya tulisanmu itu smart lho om :)
    keep the good work aja deh

    angie - Gravatar
  2. adminNo Gravatar  |  March 28th, 2008 at 2:06 pm #

    @angie
    keep up the good work too girl

    admin - Gravatar
  3. JinggaNo Gravatar  |  March 31st, 2008 at 8:46 am #

    Hmm…si Ridwan Susanto ini beneran ada gk sih mas ? bukannya alter ego-nya mas Isnan sendiri ya ? * jd inget film Hero* :D

    Btw aku suwwkaa buwangett sama tulisannya, wide ‘n deep kaya’ laut hehhe….

    Jingga - Gravatar

Leave a Feedback

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>