Wedew … ngomong planet lagi dah. Oke … anda tahu apa yang bikin blog-blog seperti priyadi, budi rahardjo, sora, sergio suanez, dll itu begitu ramainya dikunjungi orang?
Well, saya bukan expert, IMO, sekali lagi IMO (In My Opinion), blog-blog mereka itu punya metodologi (ilmiah). Anda yang sudah pernah lulus SMP pasti tahu tentang metodologi ini. Tentang mengamati gejala alam, menyusun hipotesa, mengujinya dan seterusnya. Wait … don’t get too futuristic. Kita sederhanakan saja ketika mengajukan sebuah premis atau pendapat, seorang yang paham akan metodologi akan memperkuat pendapatnya selain dengan fakta yang diterima indranya …. dia juga menggunakan metodologi dan pendapat atau teori atau apapun milik orang lain yang baik popular maupun kontradiktif, namun memperkuat pendapatnya. Itu yang bikin orang jadi ilmiah. (Not getting simpler isn’t it?)
Kalau poko’e … yang penting … begini saja … atau kok repot … jelas merupakan opini subyektif, lemah, dan sering kali emosional, apalagi disertai dengan bentakan atau ketikan dalam huruf All Caps. Walaupun sah-sah saja. Toh … yang penting menang.
Shut UP ! Stay out of this !
Trolling … sering kali mendera blog-blog dengan metodologi seperti ini. Ciri-cirinya ya itu tadi … bentak-bentak, URL ga jelas, keroyokan, dan pastinya gak nyambung.
Apakah ada metodologi ilmiah dalam bidang yang saya geluti yakni seni rupa digital? Tentu saja ada, karenanya kita perlu belajar, dan belajar dari mereka yang expert (see my masters links or deviant links), dari artikel-artikel news dari para seniman senior, teori-teori dasar dari Francis DK Ching tentang bentuk dwi matra dan tri matra, dan banyak lagi lainnya.
Apakah perlu sesusah itu? Well itu sih terserah yang menjalaninya aja. Saya sendiri sudah lama terlempar dari jalur formal dan harus belajar lompat-lompat. Tapi IMO, metodologi itu perlu. Metodologi bisa aja salah, bisa aja kontroversial, bisa aja keliatan ngawur, norak, dan bahkan … gak cool …. tapi metodologi itu perlu … IMO.
CMIIW : Correct me if I’m wrong.


Metodologi saya … kuantitas, baru kualitas. ha ha ha.
@Budi Rahardjo
wedew ada pak BR …. malyunya achyu … yang saya heran itu pak kenapa kalau blog udah rame trus di trolling …. apalagi sampai pakai petisi dll … kikiki