http://www.perspektif.net/english/article.php?article_id=764
weh gile bener … bahasa inggris dan panjang …. pusing juga bacanya but anyway .. saya sebagai warga negara Indonesia berharap yang terbaik untuk negara ini.
http://www.perspektif.net/english/article.php?article_id=764
weh gile bener … bahasa inggris dan panjang …. pusing juga bacanya but anyway .. saya sebagai warga negara Indonesia berharap yang terbaik untuk negara ini.
Selama ini pantas saja saya merasa ada yg familiar dengan kritingnya. Ternyata setelah membaca di situs padhangmbulan, saya baru tahu kalau noe letto itu anaknya CN (Cak Nun), yang dulu kami kenal dengan nama sabrang.
Saya sendiri tidak pernah ketemu sendiri sama sabrang, teman-teman saya (yang dulu juga berkelana dibawah bendera KRD) semua pernah ketemu, juga sering nginep di rumah CN baik itu yang di Jombang, di Jogja, di Bantul, bahkan sesekali ikutan nimbrung di IKJ. Saya sih kadang-kadang aja ikut itupun gak pernah benar-benar aktif atau cuap-cuap di forum-forum. Well that was then, this is now.
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,