Saya asumsikan anda semua sudah pernah nonton film the MATRIX. Salah satu adegan yang saya ingat adalah adegan dimana Morpheus berdiri menghadap jendela dan berkata kira-kira seperti ini.
“The matrix is around you. It is there when you open your window. Unfortunately no one can be told what the matrix is. You have to see it with your own eyes”
Saya mengandaikan bahwa matrix itu adalah kota-kota besar. Dan sebagaimana matrix, kota-kota besar adalah sebuah ‘prison of mind’. Kebanyakan dari kita berfungsi sebagai baterai dari korporasi besar. Berangkat kerja di pagi hari, pulang di sore hari, nonton tipi, dan rutinitas lain, yang selalu kita artikan sebagai usaha untuk ‘bertahan hidup’.
Kalau anda tiap hari makan nasi, anda yakin yang anda makan itu nasi? Anda pernah melihat batang padi? Anda pernah menjemur dan menguliti kulit beras? Anda pernah mencelup kaki di sawah atau mencium bau aroma batang padi tua yang menguning dan siap dipanen? Ketika kecil saya pernah … Sekarang sawah sudah hilang di perkotaan.
Kalau anda tiap hari minum air kemasan berlabel ‘asli dari mata air pegunungan’, anda yakin yang anda minum itu air? Anda pernah pergi ke mata air dan merasakan airnya? Atau cukup anda untuk ‘plug in’ dan mengkonsumsi apa yang dibroadcastkan iklan-iklan di televisi secara massal dan terus menerus ke otak anda? Saya ingat kapan hari ditanya seseorang yang ketemu di Kereta Api dan bertanya, “Mas airnya beli dimana? Kok seger yah?”, saya bilang ini air dari tuk. Tuk itu sumber air yang kalau anda menggali tanah di pegunungan bakal ketemu sebuah aliran sungai bawah tanah, nah itu airnya saya wadahi ke botol kemasan. Orang itu manggut-manggut, tapi gak minta air lagi, mungkin takut keracunan, …. hehehe
Kalau morpheus berkata “You think this is air you breathing?”
Kalau ada Matrix maka ada Zion. Zion itu desa-desa pedalaman. Seperti di film, orang-orang zion memang sekilas lebih kumuh dan makannya cuman ‘tasty weed’, gak seperti di kota dimana pilihan menu sangat beragam, dan kalengan. Orang-orang ini terus bertahan dari serangan bangsa mesin yang terus-menerus menyerang dan menyita sawah-sawah dan ladang mereka. Bangsa mesin terus-menerus memagari dan memetak-metak mata air untuk dibawa ke kota. Wilayah zion makin lama makin sempit.
Saya juga suka sekali adegan keluar masuk matrix, itulah kenapa saya suka keluar masuk kota. Ke desa yang masih alami, naik dokar, makan mendoan anget, makan beras tumbuk, mandi air sumur (tuk), menggoda konvoi kerbau atau kambing yang melintas, atau mendengar sayup-sayup anak-anak kecil yang belajar mengaji al-quran. Trus kembali lagi ke kota (coba kalau kota backgoundnya hijau), kembali meamakai baju klimis dan sepatu mengkilap, melirik lady in red dan jalan-jalan di persimpangan ramai sambil menunggu lampu merah.
Saya bayangkan di akhir tulisan ini ada seorang jagoan masuk ke bilik telepon dan membroadcast sebauh pesan …
“I know it’s you … I know you’re out there … I know you’re afraid … This is just the beginning …”

