di dedikasikan untuk :
Ternyata untuk beberapa orang, baik politik maupun sepakbola nampak kurang menarik, dan sekarang saya akan menulis soal keterkaitan atau interaksi antar ‘opposite sex’, tentang interaksi lawan jenis, gendakan, nyenuk, atau apapun istilah anda.
Untuk urusan yang satu ini bisa memakai beberapa macam pendekatan. Yang pertama mungkin pendekatan dee . Untuk yang satu ini memakai ilmu fisika, genetika, dan memetika. Ketertarikan dengan lawan jenis diartikan sebagai ‘insting primordial’, dan jaminan atau keamanan atas dorongan makhluk hidup untuk melakukan prokreasi. Sebuah insting supaya manusia melakukan upaya mempertahankan kelestariannya di muka bumi. Inilah makanya terjadi apa yang disebut dee sebagai kompetisi genetika. Sebuah alasan para lelaki berkompetisi menjadi yang paling kaya, paling kuat, paling macho, dan para perempuan menjadi paling langsing, paling putih, dst. Dee juga menulis tentang evolusi genetika yang menghasilkan sesuatu selain supremasi genetis yaitu ‘ego’ atau ‘aku’ sebuah elemen yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya dalam mengendalikan insting primordialnya. Kebutuhan yang berkembang dari sekedar bertahan hidup dan melestarikan kelangsungan spesiesnya, namun untuk mencapai sebuah termis ‘bahagia’. Apakah termis bahagia ini tidak lain sebuah ilusi kolektif atau memang terselip sebagai ‘tujuan lain Tuhan’ saya tidak tahu.
Kedua, mari memakai pendekatan spiritual. Dalam pendekatan ini, ketertarikan antar lawan jenis adalah ‘takdir’ manusi. Dalam menjalani takdirnya, manusia diberikan kekuatan pilihan, yang nantinya akan dipertanggung jawabkan, dan dibalas pada kehidupan nanti setelah mati. Pernikahan adalah salah satu bentuk pilihan dalam menjalani takdir manusia akan ketertarikan antar lawan jenis. Sebagai perilaku ideal dalam menyalurkan takdir dan menyebarkan ajaran Tuhan di muka bumi dengan memperbanyak keturunan yang mewarisi ilmu dan tradisi.
Ah pusing …


keren euy :giggle:…aku akan mencoba menyikapinya dari sudut pandang pria yah lik (*PRIBADI)….sedikit mengenai sex hehehe keknya pacaran jaman sekarang ini yang namanya sex udah “biasa” nggak tahu ini pengungkapan klimak sebuah “cinta” atau sekedar “senang-senang” dengan pasangannya….demi menyenangkan si “botak”
“sex sebagai unkapan cinta ?” hmm why not :D…memang dari segi manapun dianggap terlarang, tapi kesampingkan hal itu dulu bang, secara ilmu kimia cinta adalah sebuah reaksi kimia hormon edofrin (*nggak ngerti carane nulis ) yang dirangsang otak dengan bantuan mata, telinga, dan kulit…yang mengatakan “hei tuh cewek “anune” gede, yaopo nggak mbok ceda’i tah ?” nah kek gitu gitu…itulah cinta…hanya sekedar reaksi kimia hormon kecil saja…nah dari reaksi itu kita akan menjalani lebih lanjut rasa cinta itu dengan hmmm pengiriman bunga telpontelponan, plirik plirikan bahkan sampe ke kasur :D….hmmm udah biasa keknya klo seorang cewek sekarang mengatakan kepada cowoknya “kenapa kamu nggak mau “lakukan” aku ingin tahu kemampuan tempur kamu” atau cowoknya bilang gini ‘aku tuh cinta ma kamu, hanya ini pengungkapan cintaku padamu” atau mereka mengatakan berdua “everyone do it, why we not ?” hehhehe…jadi menurut saya “sex adalah sebuah pengungkapan hormonis antara dua orang dengan tujuan pengikat ke hubungan yang “lebih”…sebagai penjajakan akan pengenalan pasangan kita”
Tes coment ada orangnya ga?