Dalam sepakbola profesional, menjadi pemain cadangan tidaklah selalu hal yang buruk. Itu apabila memang anda dicadangkan karena pertimbangan strategi, rotasi pemain, atau untuk menjaga stamina dalam sebuah kompetisi yang panjang.
Lain halnya apabila anda dicadangkan karena pelatih menganggap anda kalah kelas dengan pemain inti.
Samuel Etoo, pemain nasional Kamerun yang beberapa kali terpilih menjadi pemain terbaik afrika pernah mengalami hal ini ketika bergabung dengan los galacticos (REAL MADRID). Dia dianggap kalah kelas dari Raul Gonzales, Ronaldo, dan Fernando Morientes. Sebagai seorang pemain profesional, etoo tahu harus berbuat sesuatu.
Maka Samuel Etoo kemudian pindah ke Barcelona yang ketika itu baru saja kehilangan banyak pemain seperti Patrick Kluivert dan Luis Figo. Karakter permainan Barcelona yang cepat dan dinamis sangat cocok dengan karakter pemain afrika. Tidak butuh waktu lama Samuel Etoo untuk menjadi top scorer la liga espanola.
Dengan duduk di bangku cadangan seorang pemain bisa kehilangan banyak jam terbang. Sehingga dia bisa kehilangan insting bermainnya. Dengan mempertinggi jam terbang seorang pemain punya kesempatan untuk berkembang. Untuk memperbaiki kekurangan. Tidak cukup dengan berlatih sendirian semalaman mencoba shooting ribuan kali atau menggiring sampe puluhan kilometer kalau tidak pernah dipakai untuk berhadapan dengan lawan hidup. Seorang pemain sepakbola … butuh bermain dalam pertandingan.
Lain halnya dengan Ole Gunnar Solksjaer. Di usianya yang semakin tua, dia sudah bersaing dengan striker-striker muda Manchester United. Namun insting penyelesaian akhir dan ‘hoki’ kata orang-orang membuatnya menjadi spesialis pemain cadangan. Solksjaer adalah tipe pemain yang cepat beradaptasi dengan keadaan di lapangan. Tidak peduli sependek apapun dia bermain, setiap detik dia berada di lapangan adalah ancaman serius untuk pemain pertahanan lawan. Satu menit bermain, dan gol.
Di AC Milan ada nama Massimo Ambrosini, dan Serginho. Dua pemain ini dicadangkan bukan karena kalah kelas atau stamina. Dua pemain ini memang dipakai ketika AC Milan membutuhkan perubahan strategi mendadak. Dan mereka bukanlah tipe pemain tambal butuh, mereka adalah komponen penting dalam tim. Mereka adalah penyeimbang.
Dan pelatih handal, adalah pelatih yang bisa menyeimbangkan antara tim inti dan skuad cadangannya. Arsene Wenger, Alex ferguson, Carlo Ancelotti, dan Fabio Capello adalah beberapa nama.
Hanya selingan saja. Oya … bussiness opportunity (Coming Up).

